Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
BRIMO BRIMO BRIMO BRIMO

Pencurian di Biak Marak, Polisi Sebut Banyak Pelaku Hanya Ingin Bertahan Hidup

BRIMO

Pencurian di Biak Didominasi Aksi Bertahan Hidup, Polisi Tangkap 9 Tersangka

Info Biak- Fenomena pencurian di Kabupaten Biak Numfor, Papua, kini menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Dari sejumlah kasus yang berhasil diungkap oleh Polres Biak Numfor, terungkap bahwa sebagian besar pelaku ternyata melakukan aksi nekat bukan semata karena niat kriminal, melainkan demi bertahan hidup di tengah tekanan ekonomi yang kian sulit.

Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, dalam konferensi pers di Mapolres Biak Numfor, Rabu (15/10/2025), mengungkapkan bahwa jajarannya telah berhasil menangkap sembilan orang tersangka dari empat kasus pencurian yang berbeda. Namun, polisi menduga masih ada beberapa pelaku lain yang belum tertangkap dan masih berkeliaran di masyarakat.

“Dari hasil pemeriksaan, sebagian pelaku mengaku terpaksa mencuri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ada yang kehilangan pekerjaan, ada juga yang sudah lama menganggur,” jelas AKBP Ari.


Empat Kasus Terungkap: Dari Pembobolan Rumah hingga Perampasan di Jalanan

Empat kasus yang berhasil diungkap meliputi dua kasus pencurian dengan pemberatan (Pasal 363 KUHP) dan dua kasus pencurian dengan kekerasan (Pasal 365 KUHP).

Kasus pertama terjadi pada 28 September 2025, melibatkan dua pelaku muda berinisial RR (21) dan JP (21). Keduanya mencuri sebuah handphone dari dasbor motor yang terparkir di depan toko. Aksi sederhana itu menimbulkan kerugian sekitar Rp3 juta bagi korban.

Kasus kedua, yang jauh lebih besar, terjadi pada 13 Oktober 2025. Tiga pelaku, AG (21), R (26), dan AS (20), membobol rumah dengan cara melompati pagar, menjebol plafon, dan menggasak berbagai barang berharga seperti TV 50 inci, hardisk, dan laptop. Kerugian korban ditaksir mencapai Rp46,6 juta.

“Ketiganya mengaku hasil curian digunakan untuk kebutuhan pribadi dan membantu keluarga,” ujar Kapolres.

Sementara itu, dua kasus lain masuk kategori pencurian dengan kekerasan. Pada 12 Oktober 2025, dua remaja, OR (19) dan VK (18), merampas handphone seorang korban di jalan raya. Aksi mereka terekam CCTV dan keduanya berhasil ditangkap tak lama kemudian.

Kasus terakhir terjadi 8 Oktober 2025, di mana pelaku AA (23) bersama rekannya PR (yang kini masuk DPO) melakukan perampasan dengan senjata tajam. Korban ditodong pisau dapur dan dipaksa menyerahkan uang tunai serta ponsel.

Pencurian di Biak Marak, Polisi Sebut Banyak Pelaku Hanya Ingin Bertahan Hidup
Pencurian di Biak Marak, Polisi Sebut Banyak Pelaku Hanya Ingin Bertahan Hidup

Baca Juga : Biak Numfor Semarak Hari Pangan Sedunia, 11 Distrik Adu Kreasi Kudapan Lokal!


Polisi Gelar Operasi Sikat Cartenz 2025: Fokus Tindak Pidana Konvensional

Kapolres Ari menegaskan bahwa tindak pidana pencurian masih mendominasi angka kejahatan di wilayah Biak Numfor. Untuk itu, pihaknya sedang mengintensifkan Operasi Sikat Cartenz 2025, dengan sasaran utama kejahatan konvensional seperti pencurian, perampokan, dan penodongan.

“Kami minta masyarakat tetap waspada, mengamankan barang berharga, dan menjadi polisi bagi dirinya sendiri. Pencegahan itu penting, apalagi banyak pelaku adalah warga yang kita kenal di sekitar kita,” tegasnya.


Remaja Terlibat, Polisi dan Pemda Cari Solusi Sosial

Yang cukup memprihatinkan, banyak pelaku ternyata masih berusia muda. Beberapa bahkan baru lulus sekolah atau belum memiliki pekerjaan tetap.

“Ini bukan hanya masalah kriminal, tapi juga sosial. Kami tidak ingin anak-anak muda Biak berakhir di penjara karena tekanan hidup,” ujar Kapolres.

Kasat Reskrim Polres Biak Numfor, Iptu Dr. Tantu Usman, menambahkan bahwa sebagian besar pelaku mengaku melakukan aksi pencurian karena himpitan ekonomi.

“Kalau kita lihat dari barang curian dan nilai kerugian, mereka bukan pelaku profesional. Sebagian hanya ingin makan atau membantu keluarga. Karena itu, kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar ada program pelatihan kerja dan pembinaan ekonomi,” jelasnya.


Panggilan untuk Semua Pihak: Mencegah Sebelum Terlambat

Polres Biak Numfor mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, pemuda, hingga pemerintah kampung, untuk ikut berperan dalam pencegahan tindak kriminal di wilayahnya.

“Keamanan itu tanggung jawab bersama. Kami akan terus menindak pelaku kejahatan, tapi lebih baik kalau kita bisa mencegah sebelum terjadi,” tutup AKBP Ari.

Klik Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *