Paguyuban Warga Jawa Tengah di Biak Numfor Galang Donasi dan Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran
Info Biak- Suasana haru menyelimuti dua keluarga korban kebakaran di Kabupaten Biak Numfor, Papua, ketika rombongan Paguyuban Warga Jawa Tengah (PW Jateng) datang membawa bantuan. Aksi solidaritas ini menjadi bukti nyata eratnya persaudaraan antarwarga, meskipun mereka berada jauh dari kampung halaman.
Kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu itu menghanguskan dua rumah beserta seluruh isinya, meninggalkan duka mendalam bagi para korban. Tidak hanya harta benda yang hilang, nyawa pun turut melayang. Peristiwa ini memantik kepedulian warga Jawa Tengah yang tinggal di Biak Numfor untuk bergerak cepat menggalang donasi demi meringankan beban para korban.
Ketua PW Jateng Kabupaten Biak Numfor, Gunadi, mengatakan bahwa bantuan yang terkumpul berasal dari sumbangan sukarela warga Jawa Tengah yang tinggal di daerah tersebut. Total bantuan berupa uang tunai senilai Rp 11,7 juta, beras, mie instan, dan kain sarung. Bantuan ini diserahkan langsung oleh pengurus PW Jateng bersama perwakilan Ketua Pilar kepada kedua keluarga yang terdampak.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang telah berdonasi. Semoga Allah SWT membalas kebaikan dan memberikan kesehatan untuk semuanya,” ujar Gunadi, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Biak Numfor, saat ditemui Minggu (10/8/2025).

Baca Juga : Papua Siap Jadi Pusat Bioetanol Nasional, Produksi Dimulai 2027
Tragedi kebakaran ini merenggut nyawa keluarga almarhum Bapak Misni, warga asal Jawa Timur. Dalam musibah tersebut, Bapak Misni dan putrinya, Ayu Fitria Amina, meninggal di lokasi kejadian karena terjebak api. Sang istri, Suparmi, sempat menjalani perawatan di RSUD namun akhirnya mengembuskan napas terakhir sehari kemudian. PW Jateng bersama Pemuda Jawa turut mendampingi keluarga dalam proses pemakaman hingga selesai.
“Kami dari PW Jateng bersama Pemuda Jawa membantu proses pemakaman mulai dari awal sampai selesai. Kami ingin mereka tahu bahwa mereka tidak sendirian,” tutur Gunadi.
Sementara itu, keluarga korban kedua adalah Bapak Heru Muliono, warga asal Sragen, Jawa Tengah. Beruntung, ia, istrinya, dan dua anak mereka berhasil selamat dari kobaran api, meski rumah beserta seluruh barang berharga ludes terbakar. Saat ini, keluarga tersebut masih menumpang di rumah kerabat sambil berupaya bangkit kembali.
“Puji Tuhan keluarga Bapak Heru selamat. Kami semua ikut prihatin, dan itulah mengapa kami berinisiatif menghimpun donasi dari seluruh warga Jawa Tengah di Biak Numfor,” tambah Gunadi.
PW Jateng berjanji akan terus memantau kondisi kedua keluarga korban dan siap memberikan bantuan lanjutan jika diperlukan. Bagi mereka, solidaritas dan gotong royong adalah bagian dari jati diri yang harus terus dijaga, di mana pun berada.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa di tengah bencana, kekuatan terbesar sering kali datang dari rasa kemanusiaan dan kebersamaan.















